Belajar Membaca Sejak Usia Dini

“Masih bayi kok sudah dibacakan cerita? Belum ngerti juga kok!” Mendengar komentar tersebut, apakah Anda sependapat? Wah, jangan salah lho Mom’s, bukankah ada ungkapan “tak kenal maka tak sayang.” Jadi, bila Anda berharap kelak si kecil rajin membaca, tumbuhkan minat membacanya sejak dini ya! Eits, tapi perhatikan pula jenis buku dan kemampuan buah hati Anda!

Berdasarkan penelitian para ahli dikemukakan bahwa bayi dilahirkan dengan seratus milyar sel otak. Namun di antara sel ini belum banyak terjadi hubungan jaringan antarsel. Diperlukan stimulasi agar jaringan antar sel ini semakin banyak dan rapat. Salah satu stimulus yang dapat diberikan yaitu dengan membacakan buku.

Berbagai teknik membaca sudah bermunculan, mulai dari metode Glen Doman, Flash Card, Shicida dan sebagainya. Pada dasarnya, prinsip dari teknik membaca tersebut menggunakan pendekatan continuous stimuli, artinya pengulangan untuk menanamkan dalam memori anak mengenai informasi singkat. Semua teknik dapat digunakan orangtua, khususnya ibu. Bahkan sejak mengandung, ibu bisa membacakan cerita pada si kecil agar ia terbiasa mendengarkan kata-kata.

Usia 0-6 Bulan

Pada usia ini, Anda dapat memilihkan buku dengan gambar dan desain yang sederhana, serta warna-warna yang cerah. Sebaiknya pilih bahan yang terbuat dari karton agak tebal supaya tahan terhadap gigitan anak.

Sekarang sudah banyak beredar buku yang terbuat dari plastik atau kain yang tahan air dan mudah dibersihkan. Atau terbuat dari kain dan vinil yang lembut dengan gambar sederhana yang dapat dibawa ke kamar mandi, tempat tidur atau jalan-jalan ke taman. Ada juga buku yang mempunyai tekstur berbeda saat disentuh. Ada yang menimbulkan aroma, ada pula yang mengeluarkan suara bila dipencet.

Tip: Carilah buku yang dapat menstimulasi panca inderanya dan pilihlah buku dengan gambar yang sering dilihat anak sehari-hari. Misalnya bola atau boneka. Biasanya bayi akan menunjuk ke gambar dan tersenyum jika melihat gambar-gambar tersebut. Selain itu, tak ada salahnya Mom’s membuat buku sendiri, seperti album foto keluarga.

Usia 6-12 Bulan

Tak jauh berbeda dengan usia sebelumnya. Pada tahap ini, Anda masih bisa memberikan buku dengan bahan kertas yang keras (cardboard) dengan menampilkan foto bayi-bayi lain. Sebab usia ini, anak mulai tertarik kepada bayi lain.

Selain itu, anak masih memerlukan buku berbahan plastik yang bisa dipakai sewaktu mandi, buku berbahan kain yang dapat dicuci dan aman untuk dimasukan mulut.

Tip: Ketika Mom’s membacakan cerita, pangkulah si kecil, ajak ia membuka buku bersama dan pegang tangannya untuk menunjuk gambar. Ceritakan pula dengan intonasi suara yang lebih variatif!

Usia 12-24 Bulan

Saat si kecil makin besar, Anda mulai dapat memberikan buku-buku dengan gambar yang menampilkan anak-anak sedang melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya bermain atau tidur.

Pilihlah buku-buku yang tiap halamannya hanya memuat beberapa kata atau disebut sebagai wordless picture book. Berikan pula buku-buku hewan dan buku pengantar tidur.

Tip: Penanaman nilai moral dapat dilakukan saat membacakan cerita. Baik melalui nilai yang tertulis di buku maupun improvisasi orangtua. Biasanya buku pengantar tidur sarat dengan pesan moral. Jadi, be creative ya Mom’s!

Sumber : okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *