Penyebab Mimisan
DALAM masa pertumbuhan, anak sering sekali mengalami mimisan (epistaxis). Penyebabnya, ada kelainan pembuluh darah. Tapi, perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi pemicu mimisan.
Ari, 9, selalu mengenakan topi saat panas menyengat. Ternyata, Ari punya alasan tertentu mengapa dia selalu menggunakan topi. Karena, dia selalu mimisan jika kepalanya tidak dilindungi. Terik matahari selalu menjadi hambatan Ari untuk bermain bersama teman di lapangan. Ina yang berusia 10 tahun juga mengalami hal yang sama dengan Ari.
Mimisan yang kerap dialami oleh anak, tentu saja mengkhawatirkan orangtua. Namun, mimisan yang dialami Ina dan Ari tidaklah berbahaya. Jika tidak diikuti komplikasi penyakit lainnya.
Untuk menyembuhkan mimisan (epistaxis), umumnya pengobatan dilakukan dengan cara bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) dengan alat khusus. Tujuannya agar darah tidak terus-menerus keluar. Hidung kemudian dibersihkan dan mimisan akan berhenti.
Menurut Dr Rully Siagian SpA(K) dari RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), mimisan adalah pendarahan dari hidung. Jika tidak ada penyakit lain, mimisan biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung dan penyebabnya bervariasi.
Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah jika ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi tersebut, pendarahan akan melebar dan kalau tersenggol akan mudah pecah.
Read the rest of this entry »