Cara Penularan Penyakit Menular Seksual (PMS)

PMS Tak Identik Kontak Fisik

Ancaman Penyakit Menular Seksual (PMS) tak selalu membayangi mereka yang aktif secara seksual. Anda yang belum pernah melakukannya pun bisa terjangkit penyakit ini. Pasalnya, penularan bisa terjadi gara-gara hal kecil yang kita lakukan sehari-hari; seperti bersentuhan, berbagi makanan dan minuman, serta pinjam meminjam pakaian.

HERPES GENITAL
Ini adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung menyerupai cacar air, namun berukuran besar dan berkelompok. Herpes yang muncul pada organ genital disebut Herpes Genital. Biasanya, penderita mengeluhkan tubuhnya pegal-pegal dan gelembung herpes terasa nyeri seperti terbakar jika disentuh. Jika berlarut-larut, serangan virus bisa mencapai mata dan terancam menderita kerusakan saraf di sekitar mata.

Cara penularan:
Seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Luka akibat infeksi yang terbuka akan mudah menularkan virus ke bagian tubuh lain atau ke orang lain apabila terjadi persentuhan.

Pengobatan:
Penderita herpes biasanya diobati dengan antivirus serta vitamin untuk menguatkan daya tahan tubuh. Karena itu, penderita sebaiknya beristirahat hingga luka herpes mengering dan keluhan tubuh pegal-pegal mereda. Masa istirahat selama kira-kira 2 minggu tersebut juga diperlukan untuk mencegah berulangnya penyakit.

Pencegahan:
Imunisasi dengan vaksin varisela zoster serta tidak melakukan kontak dengan penderita herpes.

INFEKSI JAMUR KANDIDA
Kandida adalah bermacam-macam jamur yang hidup pada saluran pencernaan dan saluran kemih serta genital. Ada beberapa jenis jamur kandida, tetapijenis yang paling banyak dikenal dan juga yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi jamur pada manusia adalah kandida albikans. Bila infeksi terjadi pada liang vagina, gejala yang paling sering muncul adalah gatal pada daerah kemaluan terutama pada malam hari, keluarnya cairan vagina berwarna pekat seperti keju sampai dengan keruh encer.

Cara Penularan:
Selain karena persetubuhan, infeksi jamur kandida bisa menyerang apabila kondisi higinitas alat kelamin terabaikan. lnfeksi kandida juga bisa mengancam Anda yang menderita penyakit diabetes, terlalu sering mengonsumsi antibiotika, serta sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh    .

Pengobatan:
Infeksi dapat diobati dengan obat anti jamur yang digunakan secara lokal. Apabila terjadi infeksi berat, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan antibiotika.

Pencegahan:
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan minum vitamin, serta memperbaiki perawatan di seputar area organ intim Anda.

KUTU PUBIS
Serangan kutu yang hinggap pada rambut di area vagina ini bisa membuat penderitanya merasa amat tidak nyaman. Kutu dengan nama Latin Phthiruspubis ini ukurannya amat kecil, tetapi masih kasat mata dan berwarna kelabu kekuningan. Kutu pubis beraksi dengan cara menancapkan kepalanya ke kulit, di mana ia mengisap darah dari pembuluh darah yang kecil. Gejala terjangkit kutu pubis adalah gatal yang tidak berkesudahan walau sudah digaruk. Pada beberapa orang, garukan yang kuat bahkan bisa menimbulkan ruam alergi yang meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Cara penularan:
Dalam kondisi kenyang, kutu pubis dapat hidup di luar tubuh selama satu hari. Karenanya, kutu tersebut bisa berpindah ke orang lain apabila ia jatuh ke pakaian dalam, selimut, ataupun handuk. Telur kutu yang melekat pada kain dapat bertahan sampai 6 hari, sehingga orang dapat tertular kutu pubis karena menggunakan pakaian, handuk atau tidur di ranjang orang lain. Kutu pubis dapat dijumpai pula di ketiak dan kulit kepala, biasanya karena terbawa dari area kemaluan melalui jari atau kuku.

Pengobatan:
Biasanya dokter akan memberikan sejenis krim yang mesti dioleskan ke area yang terjangkit dan dibilas setelah sepuluh menit. Ada pula sabun khusus yang mesti digunakan setiap kali membersihkan area vagina. Jangan lupa mencuci baju, handuk, selimut, dan lain-lain sebelum pengobatan dimulai.

Pencegahan:
Menjaga kebersihan pribadi dan pasangan, serta sedapat mungkin jangan meminjam pakaian (apalagi pakaian dalam) dan handuk orang lain.

JANGAN SEMBARANG DUDUK

Berhati-hatilah saat menggunakan toilet publik. Pasalnya, banyak penderita PMS, yang setelah ditelusuri, ternyata mereka pernah menggunakan toilet yang sebelumnya digunakan oleh penderita PMS. Karenanya, sediakan tisu, alasi dulu tempat toiletnya, baru Anda duduk. Atau lebih baik, semprotkan desinfektan. Selain itu, sebaiknya sebelum duduk siram toilet tersebut.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *