13 November 2008 12 Comments

Penyebab Mimisan

DALAM masa pertumbuhan, anak sering sekali mengalami mimisan (epistaxis). Penyebabnya, ada kelainan pembuluh darah. Tapi, perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi pemicu mimisan.

Ari, 9, selalu mengenakan topi saat panas menyengat. Ternyata, Ari punya alasan tertentu mengapa dia selalu menggunakan topi. Karena, dia selalu mimisan jika kepalanya tidak dilindungi. Terik matahari selalu menjadi hambatan Ari untuk bermain bersama teman di lapangan. Ina yang berusia 10 tahun juga mengalami hal yang sama dengan Ari.

Mimisan yang kerap dialami oleh anak, tentu saja mengkhawatirkan orangtua. Namun, mimisan yang dialami Ina dan Ari tidaklah berbahaya. Jika tidak diikuti komplikasi penyakit lainnya.

Untuk menyembuhkan mimisan (epistaxis), umumnya pengobatan dilakukan dengan cara bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) dengan alat khusus. Tujuannya agar darah tidak terus-menerus keluar. Hidung kemudian dibersihkan dan mimisan akan berhenti.

Menurut Dr Rully Siagian SpA(K) dari RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), mimisan adalah pendarahan dari hidung. Jika tidak ada penyakit lain, mimisan biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung dan penyebabnya bervariasi.

Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah jika ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi tersebut, pendarahan akan melebar dan kalau tersenggol akan mudah pecah.

“Salah satu faktor penyebab mimisan adalah keturunan dan perubahan cuaca. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya, pembuluh darah ini gampang sekali pecah,” papar Rully.

Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tidak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif dan tidak ada demam, orangtua tidak perlu khawatir. “Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4 sampai 10 tahun. Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar,” sebut Rully.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tidak mudah berdarah.

Kendati begitu, orangtua tetap waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering setiap 1-2 hari karena indikasi kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya. Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, talasemia berat, atau hemofilia.

“Umumnya, gejala penyakit tersebut adalah mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sering mengalami pendarahan,” sebut Rully.

Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tidak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan.

Sementara itu, menurut Dr dr H Hendar Wijanarko SpA(K) dari Klinik Anak Medika, bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya, itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung, misalnya sinusitis, maka tidak berbahaya.

Pada keadaan yang kronis misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak, maka bisa menyebabkan anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak.

Dilihat asal-usulnya, pendarahan dari hidung ini ada beberapa macam. Ada pendarahan di daerah hidung yang disebut pleksus kieselbach, semacam jaringan anyaman pembuluh darah. Pada anak, jaringan ini mudah berdarah. Hidung terasa gatal, dikorek-korek, lalu berdarah.

Biasanya pula, mimisan terjadi karena ada infeksi, terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung tapi hati-hati juga jika darah tertelan ke tenggorokan. “Karena tidak keluar lewat hidung, pendarahan ini baru ketahuan ketika anak muntah. Kejadian ini sering kali disangka muntah darah,” kata Hendar.

Selain itu, mimisan juga bisa terjadi karena alergi yang biasa terjadi pada anak usia 4 tahun. Biasanya disertai pilek kental, batuk berdahak, dan napas berbau. Ada juga mimisan yang berkaitan dengan gender meski sangat jarang terjadi.

Sumber : okezone.com



About Author:
Okti Ragil Suharno. SEO Analyst, Social Media Consultant, Social Network Master, Blogging. Visit Me Okti Ragil Suharno On Google+

Tags:

12 Responses to “Penyebab Mimisan”

  1. imoetz 28 September 2009 at 13:30 #

    takut lah klo mimisan

  2. audiary 1 October 2009 at 15:05 #

    oom,, audi skr umurnya 19 thn.
    tapi masih sering mimisan.
    knapa ya?

  3. kurnia 30 November 2009 at 03:26 #

    selain dari sebab yang sudah di jelaskan anda,apa mimisan bisa terjadi akibat kesalahan anatomi tubuh(hidung),?? misalnya, bag tulang hidung terlalu lemah dsb.
    trims, di tunggu jawabannya.

  4. FILDZA 22 April 2010 at 02:25 #

    saya fildza umur 16 san adik saya berumur 13, kami dari kecil suka mimisan , apa itu penyakit ya? trimakasih , mhon d balas

  5. bambang herwanto 21 June 2010 at 02:06 #

    anak saya umur 4 th,sering mimisan namun yag mimisan hanya lubang hidung sebelah kanan serta sudah saya bawa ke THT,sampai sekarang tidak ada reaksinya atas mimisan anak saya,kira kira apa penyebabnya sapai sampai pada malam hari anak saya susah tidur karna lubang hidung sebelah kanan sering mimisan yang akibat nya darah nya kering dan menyumbat hidung anak saya, untuk itu saya minta sharing dan solusinya sehingga anak saya bisa sembuh ,terimakasih

  6. nathalia 24 June 2010 at 06:39 #

    aku mimisan sejak kecil awalnya sih karena jatuh dan setelah jadi pertanda bagiku kalo kecapekan atau akan sakit. sekarang aku dah 25 tahun dan mimisan itu terus berlangsung, pernah coba ke THT dan dokternya bilang gak apa-apa tapi lama-lama kok takut juga ya….

  7. victor 7 July 2010 at 05:04 #

    aku melihat seseorang pada pagi hari tiba tiba ia mimisan dan katanya itu sudah sering terjadi kalau blh tau itu knapa ya…

  8. Sirnie 12 August 2010 at 00:00 #

    Saya sering mimisan dipagi hari, tp hidung yang mimisan hanya lubang hidung sebelah kiri saja.Itu kenapa ya???

  9. azura 18 August 2010 at 06:58 #

    bgaimana kalau pada saat diatas usia 10 tahun masih kena mimisan, apakah itu berbahaya, bagaimana cara mengatasinya

  10. saint catharines 28 September 2010 at 22:26 #

    This was fairly challenging to stumbleupon there was a whole lot of shitty posts on this I am excited I finally stumbledupon a entry worthy of becoming under this search. Great stuff bookmarked cause I’ve a feeling several posts on your site will answer other queries I have faster then looking bing.

  11. aya 7 October 2010 at 01:07 #

    saya kalo nangis mimisan.ni kenapa ya?mohon dibalas
    memang akhir2 ini udara di Sby panas,tapi hidung saya berdarah hanya ketika nangis.kalo ingusnya habis,darahnya juga berhenti

  12. aLvin 4 January 2012 at 12:02 #

    akhir” nich,,,qwh kogh sring mimisan,,bysa x…1hari 2/3x mimisan x..tapi,,,dihidung sblah kiri ja,,,
    knpa yach,,,??
    mhon sran x,..


Leave a Reply

*