Paedofilia, Awas Hati hati

SEHAT jasmani berarti sehat rohani. Namun tidak pada penderita pedofilia, yaitu orang yang lebih suka pada anak kecil untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Seperti apa mereka?

Konsultan seks Dr Ferryal Loetan ASC&T SpRM MKes-MMR mengatakan, pedofilia adalah pria atau wanita dewasa tertarik secara hati atau seksual dengan anak-anak kecil yang belum menunjukkan seksualitas.

Ferryal mengatakan, paedofilia adalah suatu kelainan seksual (dan kejiwaan) pada seseorang yang punya ketertarikan kepada anak di bawah umur. Kata paedofilia ini berasal dari istilah Yunani yaitu paidophilia yang berarti pais (anak-anak) dan philia (cinta, persahabatan).

“Penderita paedofilia tidak terbatas kepada satu jenis kelamin saja. Umumnya, mereka tertarik dengan anak-anak yang belum masuk masa pubertas,” sebut dokter yang praktik di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur ini.Dia juga mengatakan, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab pedofilia tersebut. Salah satunya, si penderita adalah seseorang yang mempunyai sifat introvert atau tertutup.

“Penderita pedofilia ini punya kecenderungan takut untuk bergaul dengan orang-orang yang sebaya dengannya. Mereka akan mencari orang yang lebih kecil dan lebih muda sehingga bisa dipengaruhi,” katanya.

Dia menjelaskan, tidak ada batasan umur pada penderita pedofilia. Artinya, penderita bisa berusia berapa saja, bahkan lanjut. Penderita paedofilia tidak hanya dialami orang yang belum mempunyai pasangan. Hal tersebut karena bisa terjadi yang sudah mempunyai pasangan bahkan punya anak. Ferryal menyatakan, kecenderungan paedofilia banyak dialami pria.

“Umumnya seorang pedofilia mempunyai pasangan resmi. Hal tersebut dilakukan agar tidak dicurigai orang lain,” ungkapnya.

Seorang paedofilia mempunyai beberapa sifat yang khas, yaitu obsesif, seorang paedofilia akan mengetahui semua hal yang berhubungan dengan korbannya. Pedofilia juga bersifat predatori yakni pelakunya akan melakukan segala upaya dan cara untuk memburu korban yang diinginkannya. Para pedofilia di Indonesia banyak menggunakan kedok adopsi atau orangtua asuh untuk menjerat korbannya.

“Seorang yang menderita paedofilia ini biasanya mempunyai kejiwaan yang kurang stabil dan mudah berubah-ubah. Mereka melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan,” tutur dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, psikolog dari Universitas Indonesia, Zoya Dianaesthika Amirin MPsi atau Zoya Amirin MPsi mengatakan, seorang paedofilia sejati tidak mampu memiliki pasangan.

Karena membina hubungan interpersonal saja dengan sesama orang dewasa tidak mampu. Selain itu, dia menyebutkan, rata-rata penderita paedofilia berusia dewasa muda ke atas (25 tahun lebih).

Zoya juga menjelaskan, pedofilia termasuk paraphilia atau perilaku seks menyimpang. Penyebabnya karena terjadi kegagalan individu saat penyesuaian diri dengan lingkungan sosial, gagal membina hubungan interpersonal.

“Khusus penderita “pedofilia”, mereka pernah trauma atau kecewa dan tidak mampu coping (mengatasi) sehingga memilih mengekspresikan seksualitasnya dengan individu yang lemah dan mudah diperdaya seperti anak kecil,” kata Zoya

Sumber : Okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *