ASI-Masalah Pada Yang Susah Minum ASI

PROSES menyusui tidak selamanya berjalan mulus. Bisa timbul masalah dari payudara ibu maupun si kecil. Berikut ini beberapa masalah atau gangguan yang kerap terjadi.

Simak solusinya:

Payudara membengkak

Kondisi ini sering terjadi 2-3 hari setelah melahirkan, dikarenakan meningkatnya aliran darah ke payudara dan mulainya produksi ASI. Bengkaknya payudara dapat membuat puting susu menjadi rata, sehingga bayi sulit menyusu. Gangguan akan berkurang dalam waktu 24-48 jam, namun bisa makin menjadi bila Anda jarang menyusui.

Sering-seringlah menyusui sampai payudara betul-betul kosong. Jangan memakai bra yang ketat, kompres payudara, pijat-pijat payudara sebelum menyusui.Payudara meradang

Gangguan ini disebut juga mastitis. Gejalanya payudara membengkak, agak kemerahan, ibu mengalami demam dan merasa sangat lelah. Umumnya terjadi 2-6 minggu setelah melahirkan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian bra yang terlalu ketat.

Kompres payudara dengan air hangat dan susui si kecil sesering mungkin. Bila radang cukup parah dan muncul nanah, segera berobat ke dokter.

Puting susu nyeri

Hal ini terjadi karena posisi mulut bayi tidak pas saat menyusu. Bila tidak terlalu nyeri, tetaplah terus menyusui si kecil. Penyebab lainnya adalah cara yang salah saat melepaskan mulut bayi dari isapan, atau disebabkan infeksi.

Supaya rasa nyeri berkurang, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya. Bisa juga dengan mengompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui. Setelah menyusui, oleskan kembali ASI pada payudara, lalu biarkan kering sendiri. Selain itu, agar puting susu tetap kering, pilihlah bra dengan bahan menyerap keringat seperti katun, dan sering-seringlah mengganti bra.

Si kecil menyusu pada satu sisi saja

Anggapan bahwa sisi payudara yang satu terasa manis, sementara sisi yang lain tawar tidaklah benar. Ada pula yang mengatakan payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Padahal komposisi kandungannya tentulah sama.

Sebaiknya ibu mencari tahu mengapa si kecil hanya senang menyusu pada satu sisi saja. Mungkin si kecil baru pandai mengisap salah satu puting saja, karena puting tersebut lebih lembut. Payudara yang sudah terbiasa diisap memiliki tekstur yang lebih lembut dan kenyal. Sehingga ketika diberi payudara sisi yang lain, ia merasa asing dan sulit mengisapnya.

Yang sering tak terpikirkan adalah kebiasaan posisi ibu saat menggendong bayi. Misalnya ibu sudah merasa lebih nyaman memberi sisi kiri ketimbang kanan, sehingga saat memberi sisi kanan, ibu merasa tegang. Akibatnya, bayi pun menyesuaikannya, dan menjadi kebiasaan.

Ketika memberikan ASI, ibu harus santai dan posisi menyusui harus benar. Nyaman tidaknya bayi dipengaruhi posisi areola di mulut, posisi yang tepat adalah seluruh areola berada di dalam mulut bayi. Posisi yang pas membuat produksi ASI melimpah.

Kemudian cobalah pindah-pindahkan posisi menggendong bayi, sehingga semua posisi terasa nyaman bagi Anda berdua. Yang terpenting bagi ibu adalah berfikir positif, melimpahkan kasih sayang dan yakin ASI adalah terbaik untuk bayi, yang akan membantu refleks oksitoksin (hormon penghasil ASI) bekerja, dan ASI mengalir dengan lancar.

Sumber : okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *