Category Archives: Kesehatan

Mitos dan Fakta Tentang Asi

Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.
“Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil,” ujar Sophie dalam Obrolan Santai “Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak”, di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.
Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut
Continue reading Mitos dan Fakta Tentang Asi

Fe-Folat dan MGM Sama Baiknya untuk Ibu Hamil

DEPOK, RABU – Penggunaan Fe-Folat dan Multi Gizi Mikro/MGM sama baiknya untuk ibu hamil, terutama menambah berat badan selama kehamilan. Idealnya Penambahan Berat Badan Hamil/PBBH sebesar 12,5 kg.

Sebagian besar ibu yang mempunyai Berat Badan pra Hamil (BBpH) yang rendah dan PBBH yang tidak adekuat dapat berdampak negatif pada pertumbuhan janinnya, papar Helwiah Umniyati saat mempertahankan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Universitas Indonesia di Depok, Rabu (7/1).

Continue reading Fe-Folat dan MGM Sama Baiknya untuk Ibu Hamil

Mitos Diet – Bagian Kedua

Mitos: Menghindari makan merupakan cara yang baik menurunkan berat badan
Fakta: Studi-studi menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak sarapan pagi dan makan lebih sedikit dalam sehari cenderung lebih gemuk daripada orang-orang yang makan sarapan sehat dan makan 4-5 kali sehari.

Hal ini karena orang-orang yang menghindari makan cenderung merasa lebih lapar beberapa waktu kemudian dan makan lebih banyak dari porsi makan mereka sebelumnya. Sedangkan, makan beberapa kali dengan porsi kecil bisa membantu mengontrol selera makan.

Tips: Makanlah dalam porsi kecil beberapa kali dalam sehari dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang sehat, rendah lemak, dan rendah kalori.

Continue reading Mitos Diet – Bagian Kedua

Mitos Diet – Bagian Pertama

Mitos Diet

Mitos: diet iseng menurunkan berat badan secara permanen
Fakta: diet iseng bukan cara terbaik menghilangkan berat badan. Diet ini bisa menurunkan berat badan secara cepat tetapi juga memaksa Anda membuang beberapa makanan tertentu dari daftar diet Anda.

Berat badan Anda mungkin akan berkurang, tetapi diet yang terlalu membatasi jumlah kalori atau pilihan makanan sangat susah untuk diikuti. Sebagian besar orang merasa capek, memilih berhenti dan berat badannya akan kembali bertambah.

Tips: Para peneliti menganjurkan bahwa diet dengan penurunan berat badan 1/4-1 kg dalam seminggu serta dengan membuat pilihan makanan yang sehat, porsi makan sedang, menambah aktifitas fisik dalam kehidupan sehari-hari merupakan cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegahnya balik kembali.

Continue reading Mitos Diet – Bagian Pertama

Ada Benjolan DI Payudara, Jangan Panik Dulu!

Perempuan paling percaya diri pun pasti akan panik dan gelisah jika menemukan benjolan di payudara. Pikiran pertama yang muncul adalah berbagai hal mengerikan tentang kanker. Reaksi panik tersebut wajar dialami, meski tidak seharusnya demikian. Pasalnya, benjolan pada payudara belum tentu kanker dan kalau pun ternyata benar kanker, dunia kedokteran sudah mampu mengatasinya.

Menurut dr Melissa S Luwia, MHA, dari Yayasan Kanker Indonesia, sekitar 80 persen benjolan yang ditemukan di payudara justru bukan kanker ganas. “Benjolan itu bisa merupakan kumpulan lemak, bisa kista atau kumpulan cairan, dan tumor jinak,” katanya. Yang paling penting jangan menunda untuk segera pergi ke dokter ahli kanker.

Hanya lewat perabaan saja sulit mengetahui jenis benjolan tersebut. Bahkan seorang dokter ahli kanker sekali pun perlu melakukan pemeriksaan, antara alin dengan biopsi, untuk memastikan apakah sel-sel itu ganas atau tidak. Kendati demikian, pemeriksaan secara dini sangat berarti karena jika terbukti kanker dan benjolannya masih kecil, ada kemungkinan untuk mengambil sebagian saja dari payudara. “Makin kecil bagian yang diambil, rekonstruksinya lebih mudah,” ujar Melissa.

Cara paling mudah dan murah untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (Sadari). Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-5 seusai haid. Pemeriksaan setelah haid karena, sebelum haid, kelenjar-kelenjar membengkak sehingga kalau diraba sering terasa seperti ada benjolan.

Dalam posisi berdiri atau berbaring, kita bisa meraba dengan tiga jari (telunjuk, tengah, dan jari manis) secara lembut ke payudara. Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit berubah seperti kulit jeruk, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, peradangan atau keluar cairan dari puting, perlu diwaspadai dan segera periksakan ke dokter.

Di atas usia 35 tahun, perempuan dianjurkan menjalani mamografi atau pemeriksaan payudara dengan sinar X. Mamografi diulang tiap tahun setelah usia 40 tahun sampai menopause.

Sumber : kompas.com

Mitos Tentang Jerawat

Patut diketahui, beberapa mitos yang banyak dipercaya dan berkembang luas di masyarakat tentang penyebab jerawat, ternyata tidak sepenuhnya benar, lho! Ingin tahu apa faktanya? Ini dia jawabannya!

1. Mitos: Makan kacang bikin jerawatan.
Fakta: Makan kacang sama sekali bukan penyebab jerawat. Justru asam lemak yang dikandung pada kacang baik untuk jantung.

2. Mitos: Makan makanan berlemak seperti jeroan, cokelat, gorengan, atau seafood bisa bikin jerawatan.
Fakta: Sebenarnya makanan berlemak bukan penyebab timbulnya jerawat, tetapi dapat memperparah produksi lemak berlebih yang membuat peradangan semakin parah.

3. Mitos: Wajah yang kurang bersih bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.
Fakta: Sekalipun membersihkan wajah setiap hari, jika kondisi kulitnya cenderung berminyak dan sering menggunakan pelembab atau bedak ber-foundation setiap saat, tentu bisa menyebabkan jerawat.

4. Mitos: Stres bisa bikin jerawatan.
Fakta: Stres memang dapat memicu produksi kelenjar minyak pada kulit lebih aktif. Tetapi belum tentu bisa menyebabkan jerawat.

Sumber : kompas.com